Tag: Berita & Artikel

Tag: Berita & Artikel

Open Recruitment Asisten Laboratorium Akademi Farmasi Semester Genap Tahun Ajaran 2020/2021

(Akademi Farmasi YPPM Mandiri) – Open Recruitment Asisten Laboratorium Akademi Farmasi Semester Genap Tahun Ajaran 2020/2021.

Persyaratan :

  1. Surat lamaran yang ditujukan kepada kepala laboratorium
  2. CV (Dilengkapi Pas Foto Berwarna 4×6)
  3. Transkip Akademik
  4. Nilai mata kuliah bidang terkait minimal B
  5. Bersedia bekerjasama dan menaati segala ketentuan laboratorium
  6. Tidak menjadi asisten di lab lain.

Note : Batas Akhir pengumpulan berkas : 30 Maret 2021.

Mahasiswa Akfar YPPM Mandiri Raih Dua Penghargaan Dalam Talk Show Mahasiswa Indonesia – Malaysia

Banda Aceh, (9/02-2021) – Nurul Hidayanti dan Yati Humaira mampu mempersembahkan prestasi yang membanggakan di ajang kompetisi berjudul talk show Mahasiswa Indonesia – Malaysia yang digelar secara virtual Senin, 8 Februari 2021. Kegiatan ini diikuti oleh 12 perguruan tinggi yang terdiri dari 6 kampus nasional dan 6 kampus dari negara-negara jiran Malaysia.

Dari kampus nasional terdiri dari : Universitas Syiah Kuala (USK), Politeknik Caltex Riau (PCR), Universits Widya Kartika Surabaya (Uwika), Politeknik Aceh Selatan (Poltas), Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), dan Akfar YPPM Mandiri Banda Aceh.

Sementara dari negara-negara jiran Malaysia terdiri dari Universitas Malaysia Sabah (UMS), Universiti Putra Malaysia (UPM), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), dan Kolej Universiti Polutech Mara Kuala Lumpur (KUPTM).

Prestasi ini di umumkan oleh dewan juri atau tim pennilaian yang terdiri dari Ketua, Dr. Jurry Foo dari Universiti Malaysia Sabah (UMS), anggota, Mohd. Khairy Kamaruddin dari Universiti Teknologi Mara Malaysia (UTM), Dr. Indera Sakti Nasution dari Universitas Syiah Kuala (USK), dan Devi Satria Saputra dari Politeknik Aceh Selatan (Poltas).

Berdasarkan hasil penilaian dan keputusan dewan juri, Akademi Farmasi YPPM Mandiri berhasil meraih juara kedua presenter terbaik dan menjadi kampus terinovatif ketika. Untuk kategori presenter terbaik ini dimenangkan oleh pertama Mohd. Imam bin Azhar (UMS), kedua Nurul Hidayanti (YPPM) dan Ketiga Andrew Saragih (USK).

Sedangkan untuk kategori kampus terinovatif terdiri dari Pertama, Kolej Universiti Polytech Mara Kuala Lumpur (KUPTM), Kedua, Universiti Malaysia Sabah (UMS), dan Ketiga, Kampus Akfar YPPM Mandiri Banda Aceh.

Direktur Akademi Farmasi YPPM Mandiri, Rosa Mardiana, S.T., M.T, mengaku sangat bangga atas prestasi mahasiswanya, ini membuktikan mahasiswa kita mampu bersaing di tingkat nasional maupun regional.

Direktur Akademi Farmasi YPPM Mandiri juga menaruh harapan besar ke depan, agar mahasiswa lebih kreatif dan inovatif lagi, mengingat daerah Aceh masih banyak potensi alam yang bisa dijadikan produk.

Seminar Pengembangan dan Peningkatan Mutu PTS oleh Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc di Akademi Farmasi YPPM Mandiri

Banda Aceh, (3/02-2021) – Guna meningkatkan kualitas layanan perguruan Tinggi, Akademi Farmasi YPPM Mandiri menggelar seminar Pengembangan dan Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Seminar yang dilaksanakan oleh Akademi Farmasi YPPM Mandiri diisi oleh direktur Politeknik Aceh Selatan (Poltas) Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc, direktur Akademi Farmasi YPPM Mandiri Rosa Mardiana, S.T., M.T, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Lydiawati, M.Pd, serta beberapa Staf serta mahasiwa/i di Akademi Farmasi YPPM Mandiri.

Seminar ini dilaksanakan lebih kepada sharing informasi untuk berbagi pengalaman terkait upaya peningkatan mutu yang sedang digiatkan oleh tiap-tiap perguruan tinggi. Hal ini dikarenakan upaya yang ditempuh oleh Politeknik Aceh Selatan sangat menarik. Hal ini terlihat banyak terobosan-terobosan yang tidak biasa dilakukan oleh Politeknik Aceh Selatan dibawah kepemimpinan Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc. Diantara yang paling menonjol adalah upaya kerjasama luar negeri serta kreasi dan inovasi produk yang dihasilkan oleh kampus kebanggaan negeri pala tersebut.

Akademi Farmasi YPPM Mandiri menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas peluang kerjasama yang terjalin dan berkelanjutan antara Politeknik Aceh Selatan dan Akademi Farmasi YPPM Mandiri. Semoga dengan adanya kerjasama ini kedua belah pihak dapat berkolaborasi dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan pengelolaan manajemen.

Akademi Farmasi YPPM Mandiri Banda Aceh Persiapkan Mahasiswanya Mengikuti Tes Uji Kompetensi Tenaga Kefarmasian 2020

Persaingan Kerja di berbagai bidang keahlian dan keterampilan kian hari semakin ketat, menuntut lulusan ahli madya maupun sarjana bidang Farmasi untuk wajib mengantongi Sertifikat. Kondisi tersebut membuat Perguruan Tinggi mewajibkan mahasiswa/I sebelum lulus, untuk mengikuti Uji Kompetensi di bidang Farmasi. Lulusan prodi Farmasi yang telah memiliki Sertifikat Kompetensi Tersebut, kelak dapat bekerja di Rumah sakit, Apotek maupun Gudang Obat, dengan pendampingan di bawah supervisi apoteker.Kampus Akademi Farmasi YPPM Mandiri Banda Aceh, yang berdiri sejak tahun 2009 dan telah meluluskan ratusan alumni, ikut serta dalam Pelaksanaan UKTTK Tahun 2020, Hal ini diharapkan agar pihak Kampus dapat mencetak Tenaga Ahli Madya Kefarmasian yang siap Pakai dan telah Benar benar teruji.

Saat ini jumlah Mahasiswa/I Akademi Farmasi YPPM Mandiri Banda Aceh, yang akan mengikuti Ujian Kompetensi pada tahun 2020 berjumlah sekitar 50 Orang. Mahasiswa/i yang akan mengikuti Ujian tersebut terlebih dahulu dibekali dengan contoh contoh latihan soal yang akan di uji pada UKTTK nantinya, Pembekalan tersebut dapat mereka dapatkan di Try Out yang akan dilakukan di Kampus Akademi Farmasi YPPM Mandiri Banda Aceh.Adapun Manfaat dari Try Out yang akan dilaksanakan nantinya yang langsung dirasakan oleh mahasiswa/I adalah sebagai berikut:1) Pembekalan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa/I untuk pengenalan dalam menghadapi uji kompetensi dan mengerti bagaimana dan apa yang harus dipersiapkan.2) Persiapan yang dilakukan sebelum terlaksananya Uji Kompetensi Mengenal kemampuan saat ini sangat penting bagi mahasiswa, sehingga mahasiswa dan kampus akan dengan mudah merencanakan kegiatan tindak lanjut untuk meningkatkan peluang kelulusan.

Sumber: Rosa Mardiana, M.T

Akademi Farmasi YPPM Mandiri Banda Aceh Selenggarakan International Seminar dengan Topik How to find Novelty in Research

Pada tanggal 6 Agustus 2020, Akademi Farmasi YPPM Mandiri Banda Aceh, melangsungkan International Seminar dengan topik “How to find Novelty in Research”.International Seminar ini dilangsungkan bekerjasama dengan Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT) dengan dimoderatori bapak Robbi Rahim, M.Kom. International Seminar ini di hadiri langsung oleh Direktur YPPM Mandiri Banda Aceh dan sekaligus membuka seminar yaitu ibu Rosa Mardiana, M.T.Narasumber seminar yaitu Assoc. Prof. Dr. Muzammil Bin Jusoh (C.Eng) yang merupakan Director of Student Development and Services Center, Universiti Malaysia Perlis. Seminar berlangsung selama 2 jam, dimulai dari pukul 10:00 WIB. Seminar berlangsung dengan baik dihadiri oleh 72 peserta seminar yang berasal baik dari Indonesia maupun Malaysia.Dari pemaparan narasumber, dapat disimpulkan bahwa keaslian naskah belum tentu dapat dikatakan Novelty dari Penelitian, namun Novelty penelitian dapat dikatakan suatu keaslian (originality) dari suatu penelitian.Berikut silahkan download materi dari internasional seminar how to find Novelty in Research

Menyiapkan Pendidikan yang Tepat bagi Anak di Era Digital

JAKARTA – Pendidikan ditujukan untuk mempersiapkan masa depan yakni menyiapkan anak untuk memiliki kompetensi yang relevan untuk kehidupan pada masa mendatang.

Di era digital, menurut pakar pendidikan Najelaa Shihab, apa pun pekerjaan dan peran anak nantinya, ada beberapa kemampuan dasar yang perlu dimiliki, di antaranya kecerdasan masa depan adalah kemampuan untuk kritis dalam menghadapi informasi, kemampuan berkolaborasi, kemampuan bertanggung jawab untuk menerapkan prinsip keamanan dalam konteks reputasi, etika serta privacy, dan kreativitas untuk bisa berkarya dalam berbagai bentuk.

Dalam kenyataannya, kata Najelaa, banyak lembaga pendidikan memiliki paradigma dan tujuan pendidikannya masih sangat konvensional, atau tidak menyiapkan murid dengan kompetensi yang diperlukan untuk masa depan.

“Beberapa orang tua kemudian memilih menyekolahkan anak di luar negeri, dengan alasan bahwa menemukan lembaga yang tepat,” paparnya.

Menurutnya, sebenarnya di dalam maupun luar negeri, ada lembaga-lembaga yang sudah cukup inovatif dan melakukan praktik untuk menumbuhkan anak yang siap di era digital. Namun, yang perlu perlu diingat pendidikan bukan hanya soal sekolah, tetapi juga apa yang terjadi dalam keluarga.

Jadi, jika dapat disimpulkan kriteria utama pemilihan sekolah adalah yang tujuannya sejalan dengan tujuan pengasuhan orangtua, dan keterlibatan orangtua dalam proses pendidikan di lembaga apa pun. Ditambah lagi dengan kompetensi yang ditumbuhkan di rumah, akan menentukan keberhasilan anak.

Pada intinya pendidikan anak dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Sekolah, pendidikan di keluarga, apa yang dikonsumsi anak di media massa, dan dilakukan di sosial media. Secara mental, lanjutnya, yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan di masa depan adalah kemampuan beradaptasi.

“Akan banyak pekerjaan baru yang sekarang belum ada dan pekerjaan lama yang nantinya tidak ada lagi, jadi anak perlu siap dengan apa pun profesinya kelak,” paparnya.

Guna mendorong anak menjadi lebih bedaya di masa depan, orang tua perlu menumbuhkan kecerdasan yang diperlukan untuk masa depan di rumah dan lingkungannya. Tak hanya kecerdasan, tetapi juga menumbuhkan daya pikir kritis, kolaboratif, kreatif, dan berkominten.

Untuk berpikir kritis misalnya, biasakan anak banyak bertanya dan memecahkan masalah, mengobservasi lingkungan, dan mengevaluasi informasi yang didapatkan. “Jangan sekadar menghafal atau menuruti apa yang disampaikan,” lanjutnya.

Guna mewujudkan hal tersebut, orang tua tidak bisa gagap teknologi dan perlu mengembangkan kompetensi diri sehingga orang tua juga dapat menjadi teladan untuk anaknya.

“Kecerdasan di era digital tidak bisa sekadar dinasihatkan, tetapi perlu terus dipraktikkan sejak anak di usia dini. Jangan sampai pendidikan yang kita lakukan justru mematikan hal-hal yang ingin kita tumbuhkan atau hanya sekadar memenuhi persyaratan,” jelasnya.

5 Alasan Pentingnya Pendidikan

Banyak orang berfikir bahwa pendidikan itu penting, tapi tidak sedikit pula yang berfikir bahwa pendidikan itu tidak penting. Apalagi bagi masyarakat yang tinggal dipedesaan ataupun daerah terpencil, mereka menganggap pendidikan itu tidak penting. Bagi mereka, lebih baik bekerja daripada sekolah. Alasan utamanya sudah pasti bisa ditebak, karena jika bekerja mereka bisa mendapatkan uang, sedangkan sekolah hanyabuang-buang uang saja. Di tambah lagi dengan kondisi saat ini yang sangat susah mencari pekerjaan. Maka dari itu, sekarang saya akan membahas tentang pentingnya pendidikan.

1.Memberikan pengetahuan

Efek langsung dari sebuah pendidikan adalah memberi pengetahuan. Pendidikan memberi kita banyak pengetahuan tentang berbagai hal dan segala sesuatu yang berhu ungan dengan dunia ini, pendidikan juga dapat memberikan pandangan bagi kehidupan. Membantu kita membentuk sudut pandang kehidupan,dlsb.

2.Untuk karir / pekerjaan

Jika diatas tadi saya mengatakan bahwa salah satu alasan orang menganggap bahwa pendidikan itu kurang penting karena sekolah ataupun tidak sekolah tetap susah cari kerja. Nah dari itu kita ubah pola fikir kita bahwa dengan berpendidikan kita akan mudah mendapat pekerjaan, tetap berusaha dan berfikir positif J

3.Membangun karakter

Kemabali lagi bahwa pendidikan itu sangat penting bagi kita, karena tidak hanya memberi kita pengetahuan akan tetapi mengajarkan kita pada sopan santun dan hal- hal yang benar . pendidikan memupuk kita menjadi individu dewasa ; individu yang mampu merencanakan masa depan dan mengambil keputusan yang tepat dalam hidup. Dan pendidikan yang baik akan membuat kita lebih manusiawi.

4.Memberikan pencerahan

Pendidikan menhapuskan pemikiran yang salah dalam benak kita, membantumemberikan gambaran yang jelas tentang hal-hal yang berada disekitar kita agar tidak kebingungan. Pendidikan mampu mengobarkan api semangat dalam diri, semangat untuk mencari hal-hal yang belum diketahui, semangat bertanya, semangat dalam menjalani kehidupan. Maka pendidikan mampu memberi pencerahan bagi siapapun.

5.Membantu kemajuan bangsa

Meskipun tidak terdaftar dalam 3 kebutuhan dasar manusia, pendidikan adalah sama pentingnnya. Pendidikan dapat membantu kemajuan bangsa karena masa depan bangsa aman ditangan masyarakat yang berpendidikan. Pendidikan adalah penting bagi pembangunan sosial dan pertumbuhan ekonomi bangsa.

Pilih Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, Akademi atau Politeknik?

Bagi kamu calon lulusan SMA/SMK/MA sederajat yang telah bersiap untuk meneruskan jenjang berikutnya. Sudah menentukan perguruan tinggi idaman? Mau ke universitas, institut, akademi, sekolah tinggi atau politeknik?

Kelima jenjang pendidikan tersebut pada dasarnya memiliki beberapa perbedaan yang jelas, sehingga bagi kamu calon pemilih sebaiknya lebih teliti dan memantapkan diri untuk masuk ke jenjang mana. Namun sebelum memilih jenjang mana, perhatikan terlebih dahulu jenis program yang ada di perguruan tinggi, sebagai berikut:

  1. Program Akademik, jenjang pendidikannya mulai dari S1 hingga S2. Pendidikan akademik mengarahkan mahasiswa pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam berbagai rumpun. Misalkan rumpun ilmu agama, ilmu humaniora, ilmu social, ilmu alam, ilmu formal dan ilmu terapan.
  2. Program Vokasi, jenjang pendidikannya mulai dari D1 hingga D4. Pendidikan vokasi mengarahkan mahasiswa pada penguasaan keahlian terapan tertentu. Jadi bedanya dengan program akademik dapat menguasai dan mengembangkan salah satu rumpun ilmu. Tetapi Vokasi hanya satu keahlian yang siap terjun ke dunia kerja.

Mau pilih yang mana? Setelah mengetahui program di jenjang pendidikan tinggi. Masih ada pertanyaan lain mengenai perbedaan masing-masing jenjang pendidikan. Berikut adalah perbedaannya:

  1. Universitas

Jenjang ini dirasa cukup familiar dan banyak dicari. Alasannya karena di Universitas tersedia banyak fakultas yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan pendidikan vokasi.

Di universitas pula kamu bisa meraih gelar akademik dalam berbagai bidang, misalkan sarjana pendidikan, hukum, psikologi, teknik, sosial, dan masih banyak lagi. Universitas juga menyediakan pendidikan sarjana dan pascasarjana.

  1. Institut

Institut merupakan perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan atau vokasi dalam sekelompok disiplin ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dan jika memenuhi syarat dapat menyelenggarakan pendidikan profesi.

Cakupan bidang ilmu yang dipelajari pun lebih sempit jika dibandingkan dengan universitas. Misalkan saja Institut Teknologi, hanya mengajarkan berbagai ilmu yang berhubungan dengan teknik dan institut pertanian memiliki program studi pertanian.

  1. Sekolah Tinggi

Sekolah Tinggi adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan atau vokasi dalam lingkup satu disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, dan atau seni dan jika memenuhi syarat maka dapat menyelenggarakan pendidikan profesi. Sekolah tinggi memberikan pendidikan dan pengajaran tinggi serta melakukan penelitian dalam satu cabang ilmu pengetahuan.

  1. Akademi

Akademi merupakan lembaga pendidikan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan keahlian khusus dalam satu cabang atau sebagai cabang ilmu, teknologi atau seni yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Akademi hanya menyelenggarakan jenjang pendidikan hingga D3 atau Diploma 3.

Contoh jenjang akademi di Indonesia, antara lain Akademi Bahasa, Akademi Kebidanan, Akademi Keperawatan.

  1. Politeknik

Politeknik menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam sejumlah bidang pengetahuan khusus. Tujuan dari perguruan tinggi politeknik adalah untuk menyiapkan mahasiswa menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan profesional terapan, kemudian dapat mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakan dan kesejahteraan umat manusia serta memperkaya kebudayaan nasional.

Politeknik merupakan pendidikan profesional yang mengarahkan mahasiswa untuk memiliki keahlian tertentu dan siap diterapkan.

Dari kelima jenjang tersebut, mana yang sesuai dengan keinginan kamu?

Akademi Adalah: Pengertian, Sejarah Singkat dan Fungsi

Kata akademi mungkin sudah tidak asing lagi di telinga anda. Secara awam akademi adalah suatu tempat belajar sama seperti sekolah pada umumnya.

Pengertian awam diatas tidaklah salah tapi tidak sepenuhnya benar. Karena pada prinsipnya, akademi tidak seperti lembaga pendidikan tinggi lain entah itu Universitas, Institut atau Politeknik.

Makanya banyak orang yang kemudian bertanya-tanya, akademi itu apa sih? Apa definisinya? Apa perbedaannya dengan lembaga pendidikan tinggi lain?

Untuk menjawab semua pertanyaan diatas, di artikel kali ini akan diulas definisi akademi, sejarah dan juga fungsinya.

Oh iya, untuk perbedaan akademi dengan lembaga pendidikan tinggi lain entah itu Universitas, Sekolah Tinggi, Politeknik dan lain sebagainya sudah saya ulas di salah satu artikel saya dengan judul yang sama.

Pengertian akademi adalah

Secara etimologis, akademi berasal dari bahasa Yunani Ἀκαδημία atau academia yang berarti tempat suci atau sakral.

Academia pertama kali diperkenalkan oleh filsuf Yunani, Plato pada tahun 385 saat dirinya membuka sekolah Filsafat dengan nama yang sama.

Setelah itu, penggunaan kata academia semakin luas dan mengerucut pada suatu tempat untuk melaksanakan kegiatan atau proses silang pengetahuan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI], akademi punya dua pengertian dasar, yakni:

  • Lembaga pendidikan tinggi dengan jenjang kurang lebih 3 tahun lamanya, yang bertujuan untuk mendidik tenaga-tenaga profesional dibidang yang diambilnya
  • Perkumpulan orang-orang terkenal yang dianggap arif dan bijaksana untuk memajukan ilmu pengetahuan, kesusastraan atau tata bahasa.

Sementara, proses silang pengetahuan dalam lingkungan akademi disebut sebagai akademis. Yang merujuk pada sifat-sifat pengajaran ilmiah, termasuk pengajaran ilmu pengetahuan, teori dengan tanpa arti praktis langsung.

Selain akademis, proses pengajarannya juga kadang disebut akademik, yang merujuk pada sifat akademis di lembaga Akademi.

Dari semua proses ini, akademi kemudian terbagi menjadi tiga pengertian dasar, yakni:

  • Berkaitan dengan perguruan, sekolah atau lembaga pendidikan tinggi
  • Berkaitan dengan bidang studi yang diterapkan atau dipelajari entah itu Humaniora, matematika dan Teknologi
  • Suatu kaidah teoritis atau hipotesis, tidak praktis, realistis atau langsung bermanfaat bagi manusia
  • Suatu keadaan yang merujuk pada orang yang terpelajar

Pada pengertian yang lebih teknis, akademi adalah sekolah independen yang didanai oleh negara di tingkat pusat entah itu lewat Kementerian atau lembaga negara lain.

Artinya, akademi bukan lembaga pendidikan yang didanai oleh pemerintah wilayah dalam tingkat provinsi atau kabupaten.

Akademi juga punya kriteria dan prosedur sendiri dalam penerimaan anggota atau peserta belajar. Artinya, ada lebih banyak kebebasan yang dimiliki saat proses perekrutannya dibanding sekolah tinggi lain.

Di Indonesia, ada banyak sekali contoh Akademi yang lazim disebut sebagai sekolah kedinasan, diantaranya:

  • Akademi Militer [AKMIL] entah itu Angkatan Darat [AD], Angkatan Laut [AL] dan Angkatan Udara [AU]
  • Akademi Kepolisian [AKPOL]
  • Institut Pemerintahan Dalam Negeri [IPDN] yang dikelola oleh Kementrian Dalam Negeri [Kemdagri]
  • Sekolah Tinggi Intelejen Negara [STIN] dibawah kendali Badan Intelejen Negara [BIN]
  • Politeknik Badan Siber Dan Sandi Negara [BSSN]
  • Sekolah Tinggi Ilmu Statistik [STIS] dibawah Badan Pusat Statistik [BPS]
  • Dan lain sebagainya

Loh kenapa dimasukkan Institut, Sekolah Tinggi dan Politeknik? Bukankah yang dibahas hanyalah Akademi?

Jawabannya sederhana. Apapun nama lembaga pendidikan tingginya kalau lembaga tersebut didanai oleh negara, dalam konteks ini instansi Pusat, ia tetap masuk dalam kategori Akademi.

Meski demikian, ada juga beberapa lembaga pendidikan tinggi yang tidak didanai oleh negara tetapi menggunakan kata akademi.

Soal ini tergantung kebijakan dan bagaimana proses pembentukan lembaga tersebut apakah pendanaannya melibatkan pemerintah secara langsung atau tidak.

Jika biaya operasional lembaga tersebut dibiayai secara independen oleh suatu lembaga non-negara, ia tetap layak menggunakan nama Akademi.

Ada banyak contoh akademi yang tidak dibiayai negara seperti Akademi Keperawatan Gunung Maria Tomohon yang didanai oleh suster-suster Katolik JMJ dan lain sebagainya.

Sejarah akademi

Seperti yang sudah disebutkan diatas, akademi berasal dari Bahasa Yunani. Kata ini sendiri sebenarnya berasal dari nama seorang pahlawan Yunani Kuno, Akademos.

Akademos lahir tak jauh dari tembok kota Athena, di Gimnasium, yang merupakan tempat dimana Plato berbicara kepada para pengikutnya tentang filsafat, logika dan semua pemikirannya.

Ditempat itu juga terdapat ruang sakral, yang menjadi tempat penyembahan untuk Dewi Kebijaksanaan Yunani yakni Athena yang dulunya adalah hutan zaitun dan diberi nama kebun Academe.

Sekilas, kegiatan Plato tersebut dapat dianggap sebagai kuliah umum atau yang lazim disebut studium generale.

Sesi kuliah ini kemudian dikembangkan lagi oleh Plato menjadi sebuah lembaga pendidikan dan pengajaran filsafat pada tahun 387, yang kemudian dikenal sebagai Akademi Lama.

Dari kegiatan inilah akhirnya lahir berbagai istilah seperti:

  • Akademisi yang merupakan akumulasi dari hasil pengetahuan, pengembangan dan transmisi antar generasi
  • Akademis yang merujuk pada kegiatan belajar mengajar di akademi
  • Akademik yang merupakan bentuk tidak baku dari akademis

Kegiatan pengajaran yang dilakukan Plato kemudian diteruskan oleh beberapa muridnya seperti Speusippus [347-339 SM], Xenocrates [339-314 SM], Polemon [314-269 SM] dan Arcesilaus [ca. 266-240 SM].

Di masa kejayaan Romawi Awal, Akademi tersebut kemudian didirikan kembali sebagai sebuah lembaga resmi negara yang bernama diadochoi atau penerus.

Di abad ke-17, para sarjanawan Inggris, Prancis dan Italia mulai menggunakan istilah ini untuk menggambarkan sebuah lembaga pendidikan tinggi vokasional.

Fungsi akademi

Lantas, apa fungsi akademi? Melihat penjelasan diatas ada beberapa fungsi, diantaranya:

1. Sebagai tempat belajar

Artinya, akademi dianggap sebagai tempat belajar atau memberi pelajaran atau suatu tempat terjadinya proses belajar mengajar dari satu orang ke orang lain.

Dalam konteks tempat belajar ini akademi sama seperti univeritas, institut atau lembaga pendidikan tinggi lain.

2. Sebagai wadah pembinaan pada bidang ilmu yang spesifik

Materi atau bahan ajar yang dipelajari oleh siswa di akademi biasanya spesifik pada satu bidang ilmu saja.

Sebagai contoh, Akademi Militer yang didirikan dengan tujuan untuk membentuk dan membina taruna siswa menjadi seorang perwira militer.

Setelah tamat di akademi, para siswa tersebut akan mendapat gelar Letnan Dua [Letda], yang merupakan pangkat perwira pertama di lingkungan TNI.

Nah ini juga berlaku di akademi lain entah itu Akademi Kepolisian, IPDN dan lain sebagainya yang disesuaikan sama bidang ilmu yang diambil.

Penutup

Hingga kini, penggunaan kata Akademi termasuk Akademisi, Akademis dan Akademik sudah sangat populer di kalangan masyarakat.

Dengan tetap merujuk pada kegiatan dan sifat-sifat lembaga perguruan tinggi entah itu swasta atau negeri. Sementara, para pelakunya, disebut dengan akademisi.

Dengan demikian, pengertian akademik sebenarnya lebih luas dari yang sudah diterangkan diatas karena sudah mencakup kegiatan belajar mengajar, proses pengajaran satu arah, pengajar atau dosen termasuk kegiatan-kegiatan administratif akademik.

Demikian artikel tentang akademik adalah: pengertian, sejarah dan fungsi. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda. ~

Pengertian & Perbedaan Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, Politeknik, Akademi

Pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai Perguruan Tinggi. Mungkin banyak dari kalian yang belum tahu, apa perbedaan antara Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, Politeknik serta Akademi. Namun yang jelas, teruntuk di Indonesia, hal itu tergolong kedalam jenjang pendidikan tinggi. pengertian dan perbedaan dari Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, Politeknik & Akademi, untuk lebih jelasnya baca ulasan dibawah ini :

Daftar Isi Artikel Ini :Pengertian & Perbedaan Perguruan Tinggi

Pendidikan tinggi, di Indonesia itu dibagi kedalam 2 kelompok besar, yaitu kelompok pendidikan akademik serta pendidikan vokasi.

  1. Kelompok pendidikan akademik didalam proses pendidikan serta pengajarannya mempunyai fokus dalam penguasaan dan pemahaman ilmu pengetahuan bagi para lulusannya, sedangkan untuk
  2. kelompok pendidikan vokasi itu lebih menitikberatkan pada suatu pengajaran dan proses pendidikannya pada persiapan dalam kelulusan agar bisa mengimplementasikan/ mengaplikasikan keahliannya.

Institusi Pendidikan Tinggi yang menawarkan pendidikan akademik dan atau vokasi tersebut juga dapat dibedakan dengan berdasarkan jenjang serta juga program studi yang ditawarkannya seperti universitas, institut, sekolah tinggi, politeknik, akademi dan juga akademi komunitas. Masing-masing dari Pendidikan tinggi itu memiliki pengertian yang hampir mirip, namun masih dapat dilihat ciri dan sifat khasnya.

Pengertian Universitas

Universitas ialah suatu Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik serta juga dapat menyelenggarakan pendidikan vokasi didalam berbagai rumpun Ilmu Pengetahuan dan/atau juga Teknologi. Apabila sudah memenuhi syarat, universitas tersebut dapat menyelenggarakan sebuah pendidikan profesi.
Universitas tersebut juga menyelenggarakan kegiatan atau aktivitas dalam hal pendidikan yang sangat luas, Selain dari pendidikan akademik, juga terdapat pendidikan vokasi dan profesinya.

Pengertian Institut

Institut ialah suatu Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan juga bisa / dapat menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam sejumlah rumpun Ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi tertentu serta apabila memenuhi syarat, institut tersebut juga dapat menyelenggarakan pendidikan profesi.

Perbedaannya ialah sejumlah rumpun Ilmu Pengetahuan juga Teknologi tertentu saja. Jadi intinya institut ini lebih terbatas dibandingkan Universitas yang sangat cakupannya luas. Jadi hanya pada beberapa kelompok ilmu-ilmu serta teknologi saja.

Contoh paling mudah misalnya seperti , Institut Teknologi Bandung (ITB). Semua jurusan yang terdapat di ITB, meskipun terdapat beberapa kelompok ilmu, namun semuanya hanya fokus pada unsur teknik dan teknologinya saja. Jadi, Institut itu lebih fokus dan juga terbatas bidangnya dibandingkan universitas.

Pengertian Sekolah Tinggi

Sekolah Tinggi ialah suatu Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik serta juga dapat menyelenggarakan pendidikan vokasi didalam satu kelompok Ilmu Pengetahuan juga Teknologi tertentu dan apabila sudah memenuhi syarat, sekolah tinggi tentu juga dapat menyelenggarakan pendidikan profesi.

Sekolah tinggi dalam definisi lebih sempit lagi dan pembedannya, yakni hanya pada satu bidang ilmu pengetahuan saja. Contoh ialah Sekolah Tinggi Agama Islam (Hanya berfokus pada pendidikan bidang ilmu-ilmu Agama Islam), Sekolah Tinggi Keguruan dan juga Ilmu Pendidikan (Hanya berfokus pada pendidikan rumpun ilmu-ilmu pendidikan serta pengajaran), atau juga Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Hanya berfokus pada pendidikan dalam bidang ilmu-ilmu kesehatan).

Pengertian Politeknik

Politeknik ialah suatu Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi didalam berbagai bidang atau kelompok Ilmu Pengetahuan juga Teknologi dan apabila sudah memenuhi syarat, politeknik tersebut tentu dapat menyelenggarakan pendidikan profesi.

Perbedaannya, Politeknik ini fokus pada pendidikan vokasi, memiliki arah lebih pada penyiapan alumni untuk dapat langsung menerapkan skill/keahliannya. Keahliannya tersebut tentu bisa macam-macam, bisa dalam keahlian pada bidang teknologi, bidang ekonomi atau lain sebagainya. Biasanya jenjang yang terdapat adalah jenjang Diploma.

Pengertian Akademi

Akademi ialah suatu Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi didalam satu atau beberapa cabang Ilmu Pengetahuan serta Teknologi tertentu. Akademi ini lebih sempit dari pada sekolah tinggi maupun politeknik, karena hanya menjalankan program pendidikan pada satu atau hanya beberapa cabang keilmuan.

Bebeberapa contoh dari akademi ini misalnya,

  1. akademi kebidanan,
  2. akademi keperawatan, atau
  3. akademi militer
  4. akademi kepolisian.

Perbedaannya ialah apabila Akademi-akademi tersebut hanya fokus pada titik keilmuan yang dipelajari sesuai dengan nama pendidikannya. Apabila Akmil  (akademi militer ), maka ia fokus pada pendidikan vokasi kemiliteran saja, demikian juga dengan akademi yang lain.

Akademi Komunitas adalah suatu Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi setingkat dengan diploma satu dan/atau diploma dua didalam satu atau juga beberapa cabang Ilmu Pengetahuan serta Teknologi tertentu yang berbasis pada keunggulan lokal atau juga untuk memenuhi kebutuhan khusus.
Akademi komunitas merupakan suatu perguruan tinggi yang paling sempit cakupannya. Hanya vokasi, itupun hanya setingkat diploma satu serta dua dalam satu atau beberapa bidang ilmu. Di Indonesia akademik ini sangat jarang, dan salah satunya ialah Akademi Komunitas Negeri Teknologi Garam Nagekeo yang terdapat di Kabupaten Nagekeo, NTT. Akademi tersebut hanya menjalankan program vokasi diploma dua dalam dua tahun serta juga menjalankan program pendidikan produksi serta pengolahan garam.

Sekian ulasan mengenai Pengertian & Perbedaan Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, Politeknik & Akademi, Semoga dapat bermanfaat untuk anda.