“Kuliah di Akfar Mandiri orang tua sakit akan disantuni seratus ribu per hari termasuk operasi, Meninggal dan Kecelakaan,” begitu redaksi yang tertulis di brosur Kampus Akademi Farmasi Yppm Mandiri Banda Aceh.

Jarang masyarakat menyangka disamping Krueng Aceh dan berdekatan dengan taman hutan kota BNI tersebut terletak satu kampus kesehatan sangat sosial terhadap keluarga mahasiswa. Sejak didirikan pada tahun 2009 sampai sekarang kampus tersebut tidak pernah putus digemari mahasiswa dari berbagai penjuru.

“Total mahasiswa dari tahun 2009 sampai sekarang sekitar 450 mahasiswa. Minat masyarakat pada bidang farmasi saat ini sangat tinggi. Hal ini dikarenakan farmasi salah satu jurusan yang baru lima tahun terakhir ngetren. Selain itu, daya tampung lulusan farmasi yang sangat tinggi di Instansi Pemerintah maupun swasta seperti apotik dan industri obat obatan,” sebut Direktur Akademi Farmasi YPPM Mandiri Banda Aceh, Rosa Mardiana ST MT, Kamis (23/1) di Banda Aceh.

Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah pendaftar baik di universitas negeri maupun swasta. Farmasi saat ini ini sangat digandrungi karena beberapa faktor yaitu masih sedikitnya alumni farmasi.

Menurutnya, kendala mahasiswa baru untuk mendapatkan informasi tentang farmasi yaitu kurangnya media resmi dan sosial baik offline maupun online dalam memberitakan informasi terkait farmasi. “Masyarakat pedesaan bahkan ada yang belum pernah mendengar tentang farmasi,” tambah Rosa Mardiana.
Selama ini Rosa menjelaskan, sudah melakukan promosi via media koran, sosialisasi ke SMU tahun ini mulai digerakkan dengan tim solid dari kampus Akfar Mandiri.

Kampus yang memiliki visi, menghasilkan ahli Madya yang professional di Bidang kefarmasian dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang berwawasan global, bertanggungjawab serta berbudi pekerti luhur yang didasari oleh iman dan takwa (IMTAK) terhadap Allah SWT. (Jannah)

Bagikan