Month: October 2019

Month: October 2019

AKREDITASI PERGURUAN TINGGI, PENTING!!!

Banda Aceh – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XIII Aceh menggelar Workshop Pengisian Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi 3.0 Bagi Perguruan Tinggi di Aula Hotel Grand Nanggroe Banda Aceh, kegiatan ini berjalan 3 hari mulai dari 26 s/d 28 September 2019 dan turut dihadiri 60 orang peserta dari beberapa PTS yang ada di Aceh.

“Tujuan kegiatan ini agar peserta lebih menguasai dalam pengisian instrument APT 3.0 dan nantinya bisa langsung dipraktekkan ke instansi masing-masing sehingga kegiatan yang dilaksanakan tidak akan menjadi sia-sia” ujar fuad selaku ketua panitia.

Ketua Panitia M. Fuad Abdullah, S. Ag

“Akreditasi menjadi sebuah aset penting untuk menetapkan posisi sebuah lembaga institusi perguruan tinggi atau program studi dalam tataran kompetisi pengelolan dengan institusi perguruan tinggi dan program studi lain serta merupakan tolok ukur bagi lembaga pengguna produk program perguruan tinggi untuk memastikan lulusan tersebut layak karena dihasilkan dari proses pengelolaan yang terkawal dengan baik” Lanjut fuad.

Acara yang berlangsung selama 3 hari ini dihadiri beberapa narasumber yakni Prof. Dr. Faisal, S. H., M. Hum dengan materi kebijakan kemenristekdikti tentang akreditasi perguruan tinggi, Dr. Setyo Pertiwi dengan materi pemahaman kebijakan IAPT 3.0 untuk mencapai akreditasi perangkat unggul, Dr. M. Aman Yaman, M. Agric. Sc dengan materi strategi penyusunan evaluasi diri (LED-PT), Prof. Dr. drh. Muslim Akmal, M.P dengan materi IKU,IKT,SKP,ECK dan Dr. Ir. Suhendrayatna, M. Eng.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala LLDIKTI Wilayah XIII Prof. Dr. Faisal, S. H., M. Hum, faisal menyampaikan akreditasi sangat penting, Akreditasi juga bisa memberikan manfaat pada semua pihak, baik itu pemerintah, calon mahasiswa atau orang tua, pasar kerja nasional maupun internasional, organisasi penyandang dana, dan bagi perguruan tinggi atau program studi yang bersangkutan. Melalui akreditasi, pemerintah bisa lebih mudah menjamin mutu PT dan tenaga kerja yang lulus dari PT yang sudah terakreditasi. Selain itu juga pemerintah bisa mendapatkan informasi mengenai PT untuk menentukan beasiswa atau hibah yang akan diberikan bagi institusi dan mahasiswanya.

“Perguruan Tinggi yang sudah terakreditasi juga menjadi media informasi bagi para calon mahasiswa atau orang tua, pasar kerja, dan organisasi penyandang dana mengenai kualitas PT serta lulusannya dan manfaat bagi PT yang bersangkutan, mereka akan mendapatkan informasi untuk lebih meningkatkan kualitas dan perencanaan akademiknya. Mereka juga akan lebih mudah menjaring kemitraan dengan institusi lain dari dalam maupun luar negeri.” Lanjut faisal.

Prof. Dr. Faisal, S. H., M. Hum selaku Kepala LLDIKTI Wilayah XIII

“Landasan dari akreditasi sebuah intitusi pendidikan yakni Undang-undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Pasal 60 dan 61). Undang-undang RI Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen (Pasal 47) Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Pasal 86,87, dan 88). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 28 Tahun 2005 tentang Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi”. Ujar faisal.

Jadi Akreditasi sangat diperlukan untuk standar ukuran tentang mutu pendidikan pada suatu lembaga pendidikan perguruan tinggi, dimana setiap perguruan tinggi harus bisa meningkatkan mutu dan daya saing terhadap lulusan nya dan dapat menjamin tentang proses belajar mengajar pada perguruan tinggi tersebut, dan sebagai acuan untuk memberikan informasi tentang sudah siapnya suatu perguruan tinggi tersebut dalam melakukan kegiatan proses belajar mengajar sesuai standarisasi yang diberikan oleh pemerintah dalam tahap proses globalisasi pendidikan untuk daya saing secara global dimasa datang.

Humas LLDIKTI Wilayah XIII

Obat Asam Lambung Picu Kanker, Begini Gerak Saham Farmasi

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga saham emiten produsen obat-obatan bergerak bervaratif pada sesi I perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Selasa (8/10/2019) setelah beredar informasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memerintahkan penarikan obat asam lambung mengandung ranitidin.

Obat kandungan tersebut diperintah untuk ditarik dari pasar karena tercemar N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang dikaitkan dengan risiko kanker.

“Berdasarkan nilai ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan, Badan POM memerintahkan kepada Industri Farmasi pemegang izin edar produk tersebut untuk melakukan penghentian produksi dan distribusi serta melakukan penarikan kembali (recall) seluruh bets produk dari peredaran (terlampir),” tulis BPOM dalam penjelasan resminya dikutip dari detikcom, Senin (7/10).

Nilai ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan adalah 96 ng/hari (acceptable daily intake). Bahan ini bersifat karsinogenik (bisa memicu kanker) jika dikonsumsi di atas ambang batas secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama.

Pada pukul 10:40 WIB saham PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) bergerak konstan, saham PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) turun 1,25%, PT Indofarma Tbk (INAF) melemah 2,69%, dan saham PT Darya Varia Laboratoria Tbk (DVLA) anjlok 2,74%.

Sementara itu saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menguat 1,53%, PT Phapros Tbk (PEHA) naik 1,17%, PT Merk Tbk (MERK) naik 1,12% dan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menguat 0,36%.

Sekretaris Perusahaan PEHA, Zahmila Akbar mengatakan pihak perusahaan telah menarik kembali (recall) dan memberhentikan produksi untuk produk yang mengandung bahan aktif ranitidin.

“Recall langsung kami lakukan di hari itu juga, setelah BPOM memerintahkan untuk menarik kembali produk yang mengandung bahan aktif ranitidin melalui surat resmi yang dilayangkan ke Phapros per tanggal 03 Oktober 2019,” ungkap Zahmila, dalam keterangan tertulis yang disampaikan kepada CNBC Indonesia, Senin, (07/10/2019).

“Kami juga meminta masyarakat untuk tidak panik, karena langkah-langkah cepat telah diambil oleh BPOM dan PEHA sebagai produsen obat. Karena bagi kami kepentingan konsumen adalah yang nomor satu,” tambahnya.

PEHA jukan akan terus melaporkan secara berkala kepada BPOM terkait pemberhentian produksi, recall, dan pemusnahan produk yang mengandung bahan aktif raniditin tersebut.

Berikut daftar obat mengandung ranitidin yang ditarik dari pasaran sesuai lampiran BPOM:

PERINTAH PENARIKAN:
1. Ranitidine Cairan Injeksi 25 mg/mL
– Nomor bets produk beredar:
95486 160 s/d 190
06486 001 s/d 008
16486 001 s/d 051
26486 001 s/d 018
– Pemegang izin edar: PT Phapros Tbk

PENARIKAN SUKARELA:
1. Zantac Cairan Injeksi 25 mg/mL
– Nomor bets produk beredar:
GP4Y, JG9Y, XF6E
– Pemegang izin edar: PT Glaxo Wellcome Indonesia

2. Rinadin Sirup 75 mg/5mL
– Nomor bets produk beredar:
0400518001
0400718001
0400818001
– Pemegang izin edar: PT Global Multi Pharmalab

3. Indoran Cairan Injeksi 25 mh/mL
– Nomor bets produk beredar BF 12I008
– Pemegang izin edar: PT Indofarma

4. Ranitidine Cairan Injeksi 25 mg/mL
– Nomor bets produk beredar: BF17I 009 s/d 021
– Pemegang izin edar: PT Indofarma

 

Source: https://www.cnbcindonesia.com